Signature Ritual Ramadan

Post a Comment

 

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam terbanyak di dunia, Ramadan jadi momen yang ditunggu banyak orang. Selain jadi ladang ibadah, bulan suci yang datangnya satu tahun sekali ini juga ikonik dengan berbagai hal.

 

Signature Ritual Ramadan
edited by canva apk

Signature Ritual Ramadan

Sebut saja munculnya pasar Ramadan, sholat tarawih, adanya signature ritual Ramadan umumnya dilakukan saat Ramadan. Tidak salah jika Ramadhan di Indonesia memang memiliki tempat tersendiri di hati segenap masyarakat.

 

Adanya signature ritual ramadan juga membuat terasa sakral tanpa meninggalkan keseruannya, bisa juga lihat keseruan ritual lainnya di blog teman saya. Berikut ada beberapa signature ritual Ramadan yang tak asing kita lakukan, apa saja?

 

1.    Kajian

Jangan menilai seseorang dari berapa banyak kajian yang ia hadiri. Berada dimana ketika waktu shalat tiba. Berapa banyak lembar kitab yang ditadaburi. Kelompok apa yang ia ikuti.

 

Kajian
By Meta AI

Menyusuri jalan yang sunyi sepi, kita akan bertemu dengan banyak sekali kebaikan-kebaikan yang terlihat secara umum. Pengorbanan para ayah yang berjuang mencari nafkah. Baktinya seorang istri yang tak kenal keluh dalam keluarganya. Perjuangan seorang hamba yang tak tersurat.

 

Aku selalu tertunduk malu saat merenungi diri. Kemudahanku dalam beribadah, dalam mengikuti kajian dan kemudahanku dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Adalah kemudahan yang bisa membuatku terjebak, merasa lebih baik dari orang lain. Perasaan yang merasa dirinya ahli ibadah.

 

Malam, ketelusuri jalan sekitar rumah.  Terutama di bulan Ramadan ini, banyak yang sedang berjuang mencari sesuap rezeki. Terkadang harus bergulat dengan hujan, yang tentu membuat jumlah pelanggan yang hadir makin berkurang untuk menghabiskan dagangan mereka. Aku merasa tak lebih baik dari mereka.

 

Semoga kita selalu menjadi sebaik-baiknya umat yang selalu mau untuk belajar kembali ke tempat kajian. Ilmu tak akan pernah habis, semakin mendapat ilmu baru, semakin menyadari bahwa pengetahuan yang kita miliki hanyalah sekian persen dari ilmu yang ada.

 

2.    Buku Ramadan

"Ternyata ibu-ibu yang menyuruh anak orang untuk mengerjakan buku ramadan itu aku"

 

Memasuki bulan Ramadan, bukan hanya difokuskan untuk beribadah tapi juga diajak menyusuri lorong waktu. Kok bisa? Entah mengapa, hanya diriku saja atau sobat Jelajah Mia juga rasakan seperti itu.

 

Buku Ramadan
Doc.Pribadi

Saat menjalani bulan Ramadan, seolah diajak nostalgia zaman kecil. Disadari atau tidak, memang bulan Ramadan terlalu banyak hal yang membuat kenangan.

 

Apa pentingnya memiliki sebuah buku Ramadan? Apakah memang setiap murid di sekolah harus sekali mencatat segala aktivitasnya di bulan Ramadan?

 

Padahal namanya aktivitas yang bersifat ibadah biarkan itu sebuah hubungan rahasia antara hambaNya dan Sang Pencipta. Buku Ramadan adalah sebuah laboratorium kecil untuk mengajarkan murid memenuhi target hidup.

 

Mendengar dan melihat kata target, seolah terasa berat. Padahal hidup tanpa target bagaikan sayur tanpa garam. Sama halnya seperti saat suka ditanya, mau jadi apa? Terkadang hingga saat ini kita masih suka mendengar, mau sukses dunia dan akhirat. Iya, sukses dunia dan akhirat seperti apa yang ingin kita tuju.

 

Tujuan hidup dan target adalah wujud dari mimpi dan harapan. Seseorang yang mempunyai target dan tujuan hidup yang jelas, dapat membuat  lebih fokus mau berjalan ke arah mana, ingin melakukan apa dan memprioritaskan sesuatu yang dirasa penting di dalam hidupnya.

 

Sederhana, saat akan melakukan perjalanan ke suatu tempat tentu kita akan merencanakan berbagai alternatif yang akan dilakukan, menyiapkan perlengkapan dan bahkan mempersiapkan kemungkinan hal buruk yang dapat terjadi. Sesederhana itu ternyata analogi sebuah target.

 

Tentu kita merasakan betapa dejavu dengan buku Ramadan bukan? Buku dimana membuat bulan Ramadan jadi ajang berlomba-lomba dalam beribadah. Walau kala itu berpikir untuk nilai agama bagus.

 

3.    Ronda

Ada yang tahu ronda? Budaya ronda malam sepatutnya harus dilestarikan. Walaupun kini hiruk pikuk perkembangan zaman mulai memudarkan semangat gotong royong warga masyarakat

 

Kegiatan Pos Ronda
Foto by tanjungbarang.desa.id

Ronda adalah kegiatan malam hari yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Indonesia, terutama selama bulan Ramadan. Kegiatan ini melibatkan kelompok orang yang berjalan mengelilingi lingkungan mereka.

 

Biasanya dilengkapi dengan Kentongan yang setiap satu jam sekali dipukul sesuai Jam, umumnya memukul di tiang listrik. Isyarat bunyi kentongan yang menandakan kejadian sesuatu yang sedang terjadi. Kalau di tempat kalian, budaya sama tidak?

 

Sistem keamanan lingkungan dalam bentuk ronda yang menuntut partisipasi aktif warga ini terbukti efektif mampu menghadirkan suasana aman, nyaman, dan tenteram. Para laki-laki dewasa atau remaja melakukan kegiatan pengamanan lingkungan pada malam.

 

Ronda biasanya dilakukan setelah shalat Tarawih dan sebelum tidur. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempereratkan hubungan sosial antara warga, meningkatkan kesadaran religius, dan menciptakan suasana yang lebih harmonis dan damai di masyarakat.

 

Selain itu, ronda juga dapat menjadi sarana untuk mengingatkan warga akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka. Dengan demikian, ronda dapat menjadi kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Hanya sayangnya saat ini dilingkunganku yang ronda hanya tim linmas saja. Karena biasanya ronda yang sudah dijadwalkan akhirnya banyak tidak dilakukan terutama di hari kerja. Sekalinya bisa pas hari libur jadi bikin numpuk yang kumpul, tidak sehat juga untuk situasi menjaga lingkungan. Jadi akhirnya disepakati membayar uang keamanan.

 

4.    Bukber

Bulan Ramadan identik dengan tradisi buka bersama (bukber). Namun, di era media sosial, bukber tidak lagi sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ajang eksistensi. Tidak heran, banyak orang merasa FOMO (Fear of Missing Out) jika tidak ikut serta.

 

Buka Puasa Bersama
Doc.Pribadi

Fenomena FOMO ini semakin meriah dengan tren tukar kado saat bukber. Banyak orang merasa senang untuk memberikan kado agar tidak ketinggalan zaman.

 

Buka Puasa Bersama
Doc.Pribadi

Dulu saat masih usia 20 ke bawah, buka bersama atau bukber di bulan Ramadan adalah salah satu hal yang ditunggu-tunggu. Senang rasanya akan bertemu teman lama. Lagipula sering mengunggah foto bukber dengan geng ini dan geng itu juga membuatmu terlihat hits dan gaul.

 

Tapi sekarang kok rasanya berubah. Jangankan jadi panitia bukber. Saat undangan bukber tiba, kamu malah sibuk mengarang alasan untuk tak datang tanpa terkesan sombong.

 

Apa iya, kamu sekarang jadi antisosial? Apa iya sekarang kamu nggak punya teman? Tenang saja, bukan hanya kamu kok yang mengalami. Seiring bertambahnya usia, rasanya kamu semakin jarang bukber, betul tidak?

 

Makin dewasa, seseorang bisa jadi malas bukber karena perubahan prioritas dan kesibukan yang semakin padat. Bukber yang baik adalah kegiatan sosial atau agama yang mempererat silaturahmi tanpa paksaan. Bukber dan tukar kado boleh saja dilakukan, asalkan tidak memberatkan dan tidak melupakan esensi Ramadan

 

5.    Kultum

Kultum atau kuliah tujuh menit merupakan cara menyampaikan ilmu pengetahuan agama secara singkat, padat dan mengena. Meskipun disampaikan dalam tujuh menit, tapi pembahasannya cukup dalam sehingga bisa menjadi pengingat kita sebagai muslim.

 

Kegiatan Kuliah Tujuh Menit

Kuliah tujuh menit ini digunakan untuk menyampaikan kebaikan agar tergerak untuk melakukan kebaikan pula. Penyampaiannya juga santai dan diselingi dengan sumber, mengutip surah dalam Al-Qur’an atau hadis.

 

Kultum disampaikan bahasa yang santun dan menyenangkan sehingga mudah ditangkap oleh pendengarnya. Kultum di waktu Ramadan juga identik dengan menunggu waktu adzan magrib. Saat kultum di TV sudah hadir maka pertanda adzan magrib sebentar lagi tiba.

 

Pembahasannya sangat bervariasi, berhubungan dengan kehidupan sehari-hari maupun membahas tentang kejadian yang sedang berlangsung. Loh berarti kultum itu ceramah? Kultum dan ceramah adalah dua hal yang berbeda.

 

Dari nama aja, kultum memiliki waktu durasi yang dibatasi, yaitu tujuh menit. Sementara, pada ceramah nggak memiliki waktu batasan. Umumnya, kegiatan ceramah ini bisa berlangsung hingga 15 menit, 30 menit, bahkan hingga 60 menit.

 

Memiliki waktu yang lebih lama, kegiatan ceramah ini pastinya membahas tentang ilmu agama atau informasi lainnya yang lebih mendalam. Bahkan, ceramah yang disampaikan bersifat persuasif atau mengajak dan menyakinkan pendengarnya untuk melakukan ke hal yang lebih baik lagi dan bertambah guna. Berbeda dengan kultum yang memiliki batas durasi dan umumnya memberikan nasehat agama Islam kepada pendengarnya.

 

Penutup

Dari lima signature ritual Ramadan diatas, manakah yang Sobat Jelajah Mia jalani? Atau mau ada yang menambahkan signature ritual Ramadan lainnya yang sobat Jelajah Mia jalani?

 

Sebagian besar tulisan ini sudah di-publikasi di Instagram Jelajah Mia dengan perubagan yang menyesuaikan kebutuhan penulisan


Newest Older

Related Posts

Post a Comment